Monday, January 09, 2006

Sesungguhnya ada dua hal dalam hidup ini. Dua hal yang saling melengkapi. Dua hal yang bila salah satu kita dapatkan maka akan menjadi suatu memori atau kenangan di masa mendatang. Kenangan buruk atau mungkin juga kenangan baik yang senantiasa tertancap dalam hati kita.

Dan jika saya boleh menebak, tentu Anda sekalian ingin karier yang mantap dengan gaji gede. Anda ingin disayang boss,teman dan keluarga. Anda ingin menjadi panutan, selalu menolong orang lain yang membutuhkan. Anda ingin kelak mempunyai pasangan hidup yang soleh/solihah. Mempunyai keturunan yang baik parasnya dan akhlaknya. Jika anda seorang sales, anda ingin target anda terlampaui. Jika anda menjadi pemimpin, maka anda ingin dipatuhi oleh bawahan anda. Dan jika anda seorang pengusaha, maka para kolega akan menaruh respek kepada anda. Dan terakhir sekali saya yakin 100% kalau anda sekalian ingin masuk sorga. Dan semua inilah yang dinamakan " Ar Roja’ " atau harapan dan cita-cita.

Sebaliknya anda sekalian tidak ingin gagal dalam karier anda. Anda tidak ingin pernikahan anda berantakan. Anda tidak ingin semua orang mengambil jarak pada anda. Anda tidak ingin tersisihkan dan terabaikan dalam masyarakat. Anda tidak ingin masuk neraka. Dan inilah yang dinamakan “ Al Khouf ” atau ketakutan.

Maka ada sikap beberapa orang atau golongan terhadap Ar Roja’ ini. Sikap golongan yang pertama yaitu berpendapat, bahwa harapan itu tercapai dengan sendirinya tanpa harus berusaha. Dan akhirnya harapan ini bukan lagi sebuah cita-cita mulia tapi menjelma jadi angan-angan belaka. Orang seperti inilah yang disebut panjang angan-angan. Suatu penyakit hati yang sering terbersit pada seseorang.

Golongan yang kedua adalah golongan yang meyakini harapan itu harus diraih tetapi tidak serius dalam meraihnya. Seperti petani yang menanam padi di sawah, akan tetapi ia hanya menabur benihnya saja. Hanya memupuk sekali dua kali saja tanpa kontinuitas. Maka ia tidak akan mendapatkan hasil yang diinginkannya. Kalau sholat hanya sekali dua kali berjamaah. Atau bahkan mungkin berling ( yen kober eling ) yang dalam bahasa Indonesianya artinya kalau sempat ya ingat. Coba bayangkan bagaimana bisa mendapatkan sorga kalau ibadahnya jarang. Kita berlindung dari penyakit hati seperti ini seperti doa Rasul yang diantaranya pernah berdoa dijauhkan dari sikap malas, kikir dan bersitan-bersitan hati seperti panjang angan-angan ini.

Golongan yang ketiga adalah golongan yang shahih dalam menyikapi Ar Roja’. Ia menyikapi Ar Roja dengan selalu berusaha mendapatkannya. Layaknya orang yang beriman, ia membalut keimanannya dengan amal sholih. “ Sesungguhnya semua manusia dalm kerugian, kecuali orang yang beriman dan bermal sholih. Dan saling menasehati dalam kebaikan dan kesabaran “ Karena tidak semua amal itu disebut sholih, ia harus sesuai kaidah Al Quran dan As sunnah. Walaupun amal sholih itu juga kurang cukup karena harus ditambah dengan memurnikan hati dalam beribadah pada Nya. Dan inilah hakekat Ad Dien. Bukankah Ad Dien itu nasehat ?

Pada akhirnya ada satu hal yang ingin saya sampaikan di sini. Sorga hanya dapat diperoleh dengan ketakutan kita atas siksa dan azab Allah dan juga disertai dengan harapan kita akan rohmat Allah. Keberhasilan hanya dapat diperoleh karena takut akan kegagalan dan berharap akan kemuliaan. Intinya kunci kesuksesan adalah menyikapi Al Khouf dan Ar Roja dan menempatkannya dengan benar. Tentunya disertai dengan amal dan perbuatan yang shahih dan shalih.

Saya Masih Hidup Lho

Seorang bayi ketika lahir tidak langsung berjalan dan berlari layaknya anak sapi atau kuda. Ia belajar dari nol. Belajar bangun, belajar merangkak, belajar berdiri dan kemudian berlari. Walaupun mungkin dalam melewati fase itu, adakalanya tidak berjalan secara lancer dan mulus. Perjalanan blog ini juga tidak semulus yang saya inginkan. Sehingga vacuum hampir 4 bulan lamanya. Alhamdulillah, sekarang bisa muncul juga untuk membenahi rumah di dunia maya ini yang terlalaikan sekian lama. Awalnya hanya ingin berkonsentrasi dengan Romadhon, berusaha memecahkan rekor mengkhatam Quran paling banyak yang pernah saya buat. Ternyata target itu pun tidak tercapai dan hanya mencapai 75% dari rekor saya sebelumnya.

Dan ternyata keasyikan saya berlanjut ke pekerjaan kantor yang mencapai beban sampai 200 persen pada akhir tahun kemarin. Sehingga untuk beberapa saat, blog ini tidak tersentuh sama sekali atau bahkan sekedar meluangkan waktu mampir membaca blog teman-teman.

Akan tetapi pada tiga bulan terakhir ini ada banyak hal yang saya peroleh. Pertama, saya mendapat kesibukan baru yaitu mengajar. Kedua, ibunda saya naik haji tahun ini. Ketiga, akhir tahun ini saya diamanahi dalam bidang yang baru dalam karier saya yaitu R & D. Sebuah posisi yang benar-benar memicu proses berfikir dan kreativitas saya. Sebuah pekerjaan yang sejenak bisa mengalihkan perhatian saya pada seseorang dan melupakannya sejenak untuk mendesain dan membuat produk-produk baru. Memberi ide pada saya untuk menamakan alat atau mesin tersebut dengan namanya saja, sebagai ungkapan rasa terima kasih atas " penolakannya " ?

Dan pada permulaan tahun baru ini pun, saya tidak membuat resolusi seperti tahun sebelumnya, bukannya apa-apa tetapi sepertinya saya ingin sesuatu yang lebih spontan, penuh surprise,lebih real dan penuh kejutan. Keinginan,harapan dan cita-cita tentu saja ada tetapi akan saya jalani lebih realistis lagi. Membiarkannya mengalir seperti air. Walaupun intinya hampir sama dengan tahun kemarin yang salah satu agendanya pindah kerja ke tempat baru. Ada yang saya tambah yaitu menambah hafalan saya ( semoga bisa ).

O, ya Jumat kemarin adalah milad saya. Tak terasa 27 tahun sudah saya mengarungi hidup ini. Banyak kejadian penting yang saya peroleh lebih-lebih pada tahun kemarin. Tentang pertemanan, cinta, karier dan kehidupan. Dan semoga itu dapat menambah wawasan dan menjadi pengalaman yang berharga bagi saya. Btw, ada kejadian yang sedikit lucu pada Jumat pagi kemarin. Terus terang sejak tahun baru kemarin saya ingin mencari tempat kos yang baru untuk merubah suasana saya sehari-hari. Dan paginya saat mau bayar uang kos bulan ini, niat pindah kos saya batalkan Pasalnya ibu kos merupakan orang di Jakarta yang pertama kali mengucapin selamat milad kepada saya. Agak konyol juga sih, hanya gara-gara ucapan selamat niat yang saya pendam lama dibatalkan begitu saja. Walaupun mungkin hanya sebulan lagi tertunda ..

Akhirnya , saya cuma mau bilang " teman-teman, saya masih hidup lho "