Sesungguhnya ada dua hal dalam hidup ini. Dua hal yang saling melengkapi. Dua hal yang bila salah satu kita dapatkan maka akan menjadi suatu memori atau kenangan di masa mendatang. Kenangan buruk atau mungkin juga kenangan baik yang senantiasa tertancap dalam hati kita.
Dan jika saya boleh menebak, tentu Anda sekalian ingin karier yang mantap dengan gaji gede. Anda ingin disayang boss,teman dan keluarga. Anda ingin menjadi panutan, selalu menolong orang lain yang membutuhkan. Anda ingin kelak mempunyai pasangan hidup yang soleh/solihah. Mempunyai keturunan yang baik parasnya dan akhlaknya. Jika anda seorang sales, anda ingin target anda terlampaui. Jika anda menjadi pemimpin, maka anda ingin dipatuhi oleh bawahan anda. Dan jika anda seorang pengusaha, maka para kolega akan menaruh respek kepada anda. Dan terakhir sekali saya yakin 100% kalau anda sekalian ingin masuk sorga. Dan semua inilah yang dinamakan " Ar Roja’ " atau harapan dan cita-cita.
Sebaliknya anda sekalian tidak ingin gagal dalam karier anda. Anda tidak ingin pernikahan anda berantakan. Anda tidak ingin semua orang mengambil jarak pada anda. Anda tidak ingin tersisihkan dan terabaikan dalam masyarakat. Anda tidak ingin masuk neraka. Dan inilah yang dinamakan “ Al Khouf ” atau ketakutan.
Maka ada sikap beberapa orang atau golongan terhadap Ar Roja’ ini. Sikap golongan yang pertama yaitu berpendapat, bahwa harapan itu tercapai dengan sendirinya tanpa harus berusaha. Dan akhirnya harapan ini bukan lagi sebuah cita-cita mulia tapi menjelma jadi angan-angan belaka. Orang seperti inilah yang disebut panjang angan-angan. Suatu penyakit hati yang sering terbersit pada seseorang.
Golongan yang kedua adalah golongan yang meyakini harapan itu harus diraih tetapi tidak serius dalam meraihnya. Seperti petani yang menanam padi di sawah, akan tetapi ia hanya menabur benihnya saja. Hanya memupuk sekali dua kali saja tanpa kontinuitas. Maka ia tidak akan mendapatkan hasil yang diinginkannya. Kalau sholat hanya sekali dua kali berjamaah. Atau bahkan mungkin berling ( yen kober eling ) yang dalam bahasa Indonesianya artinya kalau sempat ya ingat. Coba bayangkan bagaimana bisa mendapatkan sorga kalau ibadahnya jarang. Kita berlindung dari penyakit hati seperti ini seperti doa Rasul yang diantaranya pernah berdoa dijauhkan dari sikap malas, kikir dan bersitan-bersitan hati seperti panjang angan-angan ini.
Golongan yang ketiga adalah golongan yang shahih dalam menyikapi Ar Roja’. Ia menyikapi Ar Roja dengan selalu berusaha mendapatkannya. Layaknya orang yang beriman, ia membalut keimanannya dengan amal sholih. “ Sesungguhnya semua manusia dalm kerugian, kecuali orang yang beriman dan bermal sholih. Dan saling menasehati dalam kebaikan dan kesabaran “ Karena tidak semua amal itu disebut sholih, ia harus sesuai kaidah Al Quran dan As sunnah. Walaupun amal sholih itu juga kurang cukup karena harus ditambah dengan memurnikan hati dalam beribadah pada Nya. Dan inilah hakekat Ad Dien. Bukankah Ad Dien itu nasehat ?
Pada akhirnya ada satu hal yang ingin saya sampaikan di sini. Sorga hanya dapat diperoleh dengan ketakutan kita atas siksa dan azab Allah dan juga disertai dengan harapan kita akan rohmat Allah. Keberhasilan hanya dapat diperoleh karena takut akan kegagalan dan berharap akan kemuliaan. Intinya kunci kesuksesan adalah menyikapi Al Khouf dan Ar Roja dan menempatkannya dengan benar. Tentunya disertai dengan amal dan perbuatan yang shahih dan shalih.
Dan jika saya boleh menebak, tentu Anda sekalian ingin karier yang mantap dengan gaji gede. Anda ingin disayang boss,teman dan keluarga. Anda ingin menjadi panutan, selalu menolong orang lain yang membutuhkan. Anda ingin kelak mempunyai pasangan hidup yang soleh/solihah. Mempunyai keturunan yang baik parasnya dan akhlaknya. Jika anda seorang sales, anda ingin target anda terlampaui. Jika anda menjadi pemimpin, maka anda ingin dipatuhi oleh bawahan anda. Dan jika anda seorang pengusaha, maka para kolega akan menaruh respek kepada anda. Dan terakhir sekali saya yakin 100% kalau anda sekalian ingin masuk sorga. Dan semua inilah yang dinamakan " Ar Roja’ " atau harapan dan cita-cita.
Sebaliknya anda sekalian tidak ingin gagal dalam karier anda. Anda tidak ingin pernikahan anda berantakan. Anda tidak ingin semua orang mengambil jarak pada anda. Anda tidak ingin tersisihkan dan terabaikan dalam masyarakat. Anda tidak ingin masuk neraka. Dan inilah yang dinamakan “ Al Khouf ” atau ketakutan.
Maka ada sikap beberapa orang atau golongan terhadap Ar Roja’ ini. Sikap golongan yang pertama yaitu berpendapat, bahwa harapan itu tercapai dengan sendirinya tanpa harus berusaha. Dan akhirnya harapan ini bukan lagi sebuah cita-cita mulia tapi menjelma jadi angan-angan belaka. Orang seperti inilah yang disebut panjang angan-angan. Suatu penyakit hati yang sering terbersit pada seseorang.
Golongan yang kedua adalah golongan yang meyakini harapan itu harus diraih tetapi tidak serius dalam meraihnya. Seperti petani yang menanam padi di sawah, akan tetapi ia hanya menabur benihnya saja. Hanya memupuk sekali dua kali saja tanpa kontinuitas. Maka ia tidak akan mendapatkan hasil yang diinginkannya. Kalau sholat hanya sekali dua kali berjamaah. Atau bahkan mungkin berling ( yen kober eling ) yang dalam bahasa Indonesianya artinya kalau sempat ya ingat. Coba bayangkan bagaimana bisa mendapatkan sorga kalau ibadahnya jarang. Kita berlindung dari penyakit hati seperti ini seperti doa Rasul yang diantaranya pernah berdoa dijauhkan dari sikap malas, kikir dan bersitan-bersitan hati seperti panjang angan-angan ini.
Golongan yang ketiga adalah golongan yang shahih dalam menyikapi Ar Roja’. Ia menyikapi Ar Roja dengan selalu berusaha mendapatkannya. Layaknya orang yang beriman, ia membalut keimanannya dengan amal sholih. “ Sesungguhnya semua manusia dalm kerugian, kecuali orang yang beriman dan bermal sholih. Dan saling menasehati dalam kebaikan dan kesabaran “ Karena tidak semua amal itu disebut sholih, ia harus sesuai kaidah Al Quran dan As sunnah. Walaupun amal sholih itu juga kurang cukup karena harus ditambah dengan memurnikan hati dalam beribadah pada Nya. Dan inilah hakekat Ad Dien. Bukankah Ad Dien itu nasehat ?
Pada akhirnya ada satu hal yang ingin saya sampaikan di sini. Sorga hanya dapat diperoleh dengan ketakutan kita atas siksa dan azab Allah dan juga disertai dengan harapan kita akan rohmat Allah. Keberhasilan hanya dapat diperoleh karena takut akan kegagalan dan berharap akan kemuliaan. Intinya kunci kesuksesan adalah menyikapi Al Khouf dan Ar Roja dan menempatkannya dengan benar. Tentunya disertai dengan amal dan perbuatan yang shahih dan shalih.
