Monday, August 29, 2005

Ayat-ayat Cinta

Saya masih ingat judul novel di atas udah pernah diulas dengan heboh di milis IMB, dan kemarin saya mendapatkannya. Sebenarnya tidak sengaja sih, pas mau bayar dua buku yang lain tiba-tiba pandangan saya teralihkan ke jajaran buku best seller yang memajang novel itu. Dan akhirnya salah satu buku yang sudah akan saya bayar tidak jadi diambil tergantikan dengan novel itu. Satu-satunya novel yang pernah saya beli. Saya memang suka baca novel tapi lebih suka meminjamnya he.. he..

Dan kemarin saya berusaha membaca baris demi baris dalam novel itu. Yah, isinya memang seperti novel terjemahan dari seorang pengarang Mesir. Padahal pengarangnya Habiburrahman ini asli Indonesia lho. Latar belakang kota Kairo yang begitu kuat dan diselingi kehidupan anak kost Indonesia yang khas (saya jg anak kost lho) memberikan warna berbeda dari novel Indonesia pada umumnya. Dengan tokoh utama Fahri yang sangat laki-laki sekali dan perfect abis, cerdas,penyayang,romantis,hafal Quran,S2 Al Azhar dan dicintai empat wanita (Aisha,Nurul,Maria & Noura). Coba, pria mana yang tidak kepingin seperti Fahri? Lha saya aja pingin gitu loh.

Walaupun pada akhirnya saya menemukan hal-hal yang mengganggu :
Pertama, tentang peringatan ulang tahun/ peringatan neptu anak ( weton ) yang dalam novelnya disebutkan bukan bid’ah hanya karena mengacu pada perkataan mbah Ersan yang katanya alumnus pondok Mambaul Ulum. Setahu segala perbuatan yang bisa bernilai ibadah itu dilarang kecuali ada hukumnya. Kalo tentang makanan, boleh makan semua kecuali ada larangannya. Rasulullah saw saja menyuruh kaum muslimin membedakan diri dari kaum kafir dari hal kecil seperti warna baju, bahkan gantungan tempat menaruh senjata saat perang. Apalagi pesta ultah yang merupakan tradisi orang kafir walau sesederhana apapun.
Kedua, dalam novel disebutkan cerita tentang arwah sahabat yang saling mengunjungi dalam mimpi. Wallahu ‘Alam saya tidak tahu riwayatnya sahih atau tidak. Walaupun kisah ini dinukil dalam buku Ar Ruuh-nya Ibnu Qoyyim tetapi kitab itu sendiri menjadi perselisihan ulama, yang pertama mengatakan itu bukan karya Ibnu Qoyyim tetapi kitab yang diatas namakan dirinya (karena nama Ibnu Qoyyim terkenal). Yang kedua mengatakan bahwa kitab tersebut ditulis Ibnu Qoyyim sebelum ketemu dengan Ibnu Taimiyah.
Ketiga, cerita menikahnya Fahri dengan Maria yang dalam kondisi tidak sadar (koma). Kalo nggak salah secara syara’ ibadah itu nggak sah kalo pelakunya dalam kondisi tidak sadar (bisa mabuk,pingsan,tidur dll).

Anyway, paling tidak novel ini memberikan suatu pelajran tertentu. Kita ambil yang baiknya aja. Yang jelas kalao saya ya gimana bisa seperti Fahri .. he..he.. Bisa hafal Al Qur’am, bisa bahasa Arab dan Jerman. Jadi intinya baca atau beli aja kalo penasaran… (ikut promosi nih)

Monday, August 22, 2005

I’m back

Kita sering tidak bisa merasakan besarnya arti kehadiran seseorang di sekeliling kita sampai ia meninggalkan kita. Dan dikarenakan staf IT satu-satunya di tempat kami resign, maka untuk beberapa minggu server mengalami gangguan yang sulit dibetulkan oleh staf penggantinya. Akibatnya untuk sekedar internetan saja sering putus-nyambung.

Dan akhirnya untuk sekedar mengupdate blog saja malasnya bukan main. Mau buka di warnet, kayaknya sayang sekali. Warnet itu hanya tempat mencari info lowongan kerja,apply dan sejenisnya. Melihat beberapa blog milik blogger yang pernah singgah membuat saya ikut tergugah. Mereka bisa membawa perubahan pada orang lain. Sementara blog ini, wah kayaknya belum. Mungkin perlu belajar lagi dan mengupgrade diri untuk menulis lagi. Jadi selamat berjumpa kembali