Run Away = Ngabur
Say it's true, there's nothing like me and you
Not alone, tell me you feel it too
And I would runaway
I would runaway, yeah, yeah
I would runaway
I would runaway with you
.......
.......
Ahh besok adalah hari Jumat mengingatkan saya pada acara Idol RCTI yang sempat saya lihat seminggu sebelumnya. Alunan lagu Run Away nya The Corrs yang dilantunkan oleh Monita, salah satu finalis Indoesian Idol pada Jum’at malam kemaren masih terngiang di kepal saya. Lagu itu mengingatkan saya pada perkataan salah satu teman saya beberapa tahun yang lalu. Seorang cewek non muslim yang hampir menjadi partner praktikum abadi saya selama di kampus. Pasalnya hampir tiga tahun berturut-turut ia berpartner dengan saya. Sehingga kami sering bertukar dialog mulai dari masalah kuliah, masalah umum sampai masalah agama. Dan ini komentarnya pada saya saat itu ...
- Kamu kok suka sih dengan lagu Run Away
+ Ya suka aja dengan musiknya the Corrs ...
- Ihh itu khan jelek. Itu khan ngabur artinya .. Aku nggak suka ...
+ Oh iya ya ...
.....
* * *
Dan akhirnya penampilan Monita yang mirip karakternya dengan salah seorang teman saya sekantor pada Minggu kemarin adalah penampilan terakhirnya di ajang Indonesian Idol. Ia benar-benar run away dan ngabur menyisakan kekecewaan para penggemarnya.
Tapi pernahkah terpikirkan oleh kita, kalau kadang kita mempunyai potensi untuk ngabur ? Ya, ngabur dari segala masalah yang dihadapi. Seringkali pikiran itu muncul saat beban terasa berat menghimpit. Kita tak punya tempat untuk bertukar cerita. Kita tak punya bahu teman di sekeliling kita untuk bersandar. Dan sekalipun kita berusaha curhat kepada Rabb pemilik alam ini, tapi dikarenakan kurangnya percaya kita pada-Nya bahwa di balik kesulitan ada kemudahan, bahwa Allah akan membantu hamba-Nya yang benar-benar meminta pertolongan pada-Nya. Bahwa Allah pasti hanya menimpakan sesuatu yang mampu ditanggung oleh kita, maka yang didapatkan hanya kekosongan jiwa.
Apakah benar kalo ngabur adalah solusi terbaik. Tidak ... sekali-kali tidak. Karena ia akan datang lagi mungkin dengan kawan-kawannya memberi himpitan yang lebih besar lagi. Kita harus hadapi masalah itu sampai tuntas baik tenaga diri sendiri ataupun dengan bantuan orang lain. Dan dari salah satu ucapan yang terkenal akhir-akhir ini kiranya lebih cocok untuk kita : “Jangan pernah jadi penakut karena yang penakut itu adalah cecurut " - "Karena jaman berubah ,...kepercayaan harus di perjuangkan "
Regards dari saya untuk anda yang tak mau jadi cecurut, regards dari saya bagi anda yang selalu berjuang.
Not alone, tell me you feel it too
And I would runaway
I would runaway, yeah, yeah
I would runaway
I would runaway with you
.......
.......
Ahh besok adalah hari Jumat mengingatkan saya pada acara Idol RCTI yang sempat saya lihat seminggu sebelumnya. Alunan lagu Run Away nya The Corrs yang dilantunkan oleh Monita, salah satu finalis Indoesian Idol pada Jum’at malam kemaren masih terngiang di kepal saya. Lagu itu mengingatkan saya pada perkataan salah satu teman saya beberapa tahun yang lalu. Seorang cewek non muslim yang hampir menjadi partner praktikum abadi saya selama di kampus. Pasalnya hampir tiga tahun berturut-turut ia berpartner dengan saya. Sehingga kami sering bertukar dialog mulai dari masalah kuliah, masalah umum sampai masalah agama. Dan ini komentarnya pada saya saat itu ...
- Kamu kok suka sih dengan lagu Run Away
+ Ya suka aja dengan musiknya the Corrs ...
- Ihh itu khan jelek. Itu khan ngabur artinya .. Aku nggak suka ...
+ Oh iya ya ...
.....
* * *
Dan akhirnya penampilan Monita yang mirip karakternya dengan salah seorang teman saya sekantor pada Minggu kemarin adalah penampilan terakhirnya di ajang Indonesian Idol. Ia benar-benar run away dan ngabur menyisakan kekecewaan para penggemarnya.
Tapi pernahkah terpikirkan oleh kita, kalau kadang kita mempunyai potensi untuk ngabur ? Ya, ngabur dari segala masalah yang dihadapi. Seringkali pikiran itu muncul saat beban terasa berat menghimpit. Kita tak punya tempat untuk bertukar cerita. Kita tak punya bahu teman di sekeliling kita untuk bersandar. Dan sekalipun kita berusaha curhat kepada Rabb pemilik alam ini, tapi dikarenakan kurangnya percaya kita pada-Nya bahwa di balik kesulitan ada kemudahan, bahwa Allah akan membantu hamba-Nya yang benar-benar meminta pertolongan pada-Nya. Bahwa Allah pasti hanya menimpakan sesuatu yang mampu ditanggung oleh kita, maka yang didapatkan hanya kekosongan jiwa.
Apakah benar kalo ngabur adalah solusi terbaik. Tidak ... sekali-kali tidak. Karena ia akan datang lagi mungkin dengan kawan-kawannya memberi himpitan yang lebih besar lagi. Kita harus hadapi masalah itu sampai tuntas baik tenaga diri sendiri ataupun dengan bantuan orang lain. Dan dari salah satu ucapan yang terkenal akhir-akhir ini kiranya lebih cocok untuk kita : “Jangan pernah jadi penakut karena yang penakut itu adalah cecurut " - "Karena jaman berubah ,...kepercayaan harus di perjuangkan "
Regards dari saya untuk anda yang tak mau jadi cecurut, regards dari saya bagi anda yang selalu berjuang.
