Thursday, June 23, 2005

Jatuh itu Sakit ....

Menjalani hidup sebagai manusia memang tidak mudah. Dan seperti jalan raya yang kita lalui sehari-hari, maka jalan hidup manusia tidak lurus, adakalanya berbelok,tidak rata dan berlobang. Jalan yang penuh tanjakan dan berliku-liku nan banyak rintangan, bisa jadi sebagai suatu cobaan dan tantangan dalam hidup. Dan mungkin itulah yang membuat hidup menjadi kian berwarna.

Oleh karenanya sangatlah wajar bila seorang manusia bisa saja terjatuh saat melewati jalan ini. Mungkin karena kurang hati-hati dalam meniti serta mengendalikan diri. Jatuh itu memang sakit. Dan rasa sakit ini bisa bermacam-macam saat dirasakan, akan sangat tergantung seberapa keras ia terjatuh dan terbentur. Bisa jadi luka-luka yang didapatkannya sembuh dalam waktu satu-dua hari. Tapi mungkin luka ini sangat sulit untuk sembuh dalam waktu yang dekat. Apalagi kalo ia tidak memiliki alat safety, kayak helm misalnya. Dalam hal ini alat safety yang dimaksud adalah iman. Ya,..iman dan keteguhan hati yang teguh akan membentengi diri manusia dari segala cobaan yang ada.

Sebagai muslim, tentu kita tak akan jatuh kedua kalinya di lobang yang sama. Ya, mungkin inilah yang perlu kita camkan, agar kita mengambil pelajaran bahwa tidak enak saat kita jatuh karena memang itu menyakitkan. ( to v : semoga v menjadi wanita paling bahagia dan senantiasa disayangi Allah )

Monday, June 13, 2005

Aku Menangis

Ya, aku menangis sekarang
Menangisi kamu dinda
Mengapa dinda tak segera menutup aurat dinda
Sementara kulihat di jalanan sana
Banyak wanita yang telah melakukannya
Ya, aku menangis sekarang
Menangisi kamu dinda
Mengapa dinda tak segera mengenakan hijab dinda
Sementara kulihat di jalanan sana
Banyak wanita yang telah mengenakannya

Sekarang aku benar-benar menangis
Tidak hanya untuk dinda saja
Bahkan kepada para wanita yang tak kunjung jua
Menjaga kehormatannya
Karena hijabnya
Bahkan terenggut oleh seorang waria

Note :
Ada perasaan gundah, gemas, pilu yang bercampur menjadi satu tatkala melihat suatu buku berisi catatan perjalanan seorang waria yang berjudul " Jangan lepaskan jilbabku " saat jalan-jalan di toko Gunung Agung kemarin. Ayo dong para wanita segera kenakan hijabmu ... Saudaramu yang lain telah banyak yang mengenakannya dan mereka itu bisa lho... kami para lelaki sedih kalo anda tidak menjaga kehormatan anda.
To V, aku tidak akan menukar janji-Nya akan nikmat-Nya, bidadari-Nya, surga-Nya hanya untuk menyenangkanmu.

Thursday, June 09, 2005

Tips Hidup dari BapakTua

Bila ditanya transportasi apa yang membuat saya senang saat balik ke Jakarta adalah saat naik kereta api. Murah kali ya ... tapi mungkin bisa saya katakan bahwa kereta api adalah suatu kampung kecil yang berjalan. Tempat dimana didalamnya terdapat banyak sekali orang dengan berbagai macam karakter. Dan kadang kalo kita perhatikan dengan seksama maka kita akan mendapatkan suatu pelajaran. Suatu pelajaran hidup tepatnya.

Sore itu saya punya teman sebangku seorang lelaki tua. Padahal ingin lho punya teman seperjalanan dengan seorang wanita :D Hampir tidak pernah sih. Mungkin karena saya tidak naik KA eksekutif. Mempunyai teman seperjalanan kadang menyebalkan. Alhamdulillah tidak dengan Bapak ini. Ia baru saja dari acara aqiqah cucunya di rumah menantunya di Klaten. Ada yang aneh sih, menantu perempuannya itu memang beragama Islam namun keluarganya Nasrani. Jadi saya juga tidak bisa membayangkan acara aqiqahnya seperti apa.

Bapak ini berusia sekitar 70 tahunan. Tapi masih fit dan mengadakan perjalanan sendiri. Memaksa saya menanyakan resepnya agar tetap fit di usianya. Ini adalah beberpa tipsnya yang masih saya ingat.
" Jaga hati Dhik agar tetap bersih .. Jangan suka memendam masalah. Semua problem dibuat enak saja. Cuek saja. Ada segumpal daging di tubuh yang bila ia baik maka semuanya baik dan bila ia buruk semuanya buruk. Tahu sendiri kalo orang sudah kena liver, penyakit itu langsung datang semua dan terjadi komplikasi "
" Hidup ini adalah bekerja dan berdoa. Berdoa atau dikir saja ya gak dapat uang. Bekerja saja terus menerus itu nggak berfaedah kalo nggak berdoa "
" Selalu menjaga makanan. Untuk usia pertumbuhan memang daging baik tapi jangan terlalu sering karena kolesterolnya tinggi. Kalo umur di atas 45 harus ngurangi, karena banyak orang yang down setelah berumur 45 ke atas "
" Makan kalo sudah lapar. Karena apapun makanannya akan lebih nikmat jika lapar menjadi lauknya "

Sebenarnya banyak sih tips yang beliau berikan tapi kayaknya tidak bisa saya tulis semua. Anyway kayaknya saya beruntung juga hari itu punya teman seperjalanan seorang lelaki ... Bukan wanita.. Berabe nantinya

Tuesday, June 07, 2005

SIM pertamaku

Hari Minggu kemarin saya balik ke Klaten, ke tempat kelahiran saya. Alangkah senangnya bisa kembali ke rumah, bisa ketemu sama Ibu dan dapat ciuman pipi penuh kehangatan dari beliau. Tapi aku yakin aku bakal lelah dua hari ini. Pasalnya hari Senin kutargetkan mendapatkan SIM bukan Surat Ijin Menikah lho tapi Surat Ijin Mengemudi baik itu SIM A dan SIM C. Salah satu barang penting yang musti kudapatkan supaya bisa lebih maju ... Lho khan belum punya mobil ...Tenang sajalah, kalo rejeki ada InsyaAllah pasti bisa. Anggap saja SIM itu sebagai investasi yang bisa berfungsi lima tahun.

Kenapa pula tidak nyari di Jakarta ? Sebab sepertinya saya tidak betah dengan suasana Jakarta dan tidak berniat tinggal di sana. Hingga sampai sekarang tidak punya KTP DKI !

Hari Senin kemarin benar-benar hari yang melelahkan. Belum habis letihku saat pulang hari mInggu kemarin aku harus antri mulai jam 9 pagi dan mendapat urutan foto no 80. Itupun sudah pakai calo ! Walaupun ada tulisan "Jangan Pakai Calo " di kantor polisi, toh itu hanya slogan belaka. Nyatanya calo SIM bebas keluar masuk kantor polisi dan mengurus birokrasi yang agak rumit. Dan kabarnya tanpa calo, anda jarang bisa lulus ujian dan kalo sampai tiga kali nggak lulus maka kubur saja impian anda untuk mendapatkan SIM. Alias Wassalam ....

Akhirnya penderitaan saya hampir berakhir ketika jam dinding menunjukkan jam 1 siang. Saya pun sudah bersiap mendapatkan SIM pertama saya. Tapi ternyata yang selesai dibuat baru SIM A saja, walaupun saya sudah mendaftarkan untuk dua buah SIM. Alhasil saya musti menunggu lebih dari setengah jam lamanya untuk mendapatkan SIM satunya. Jam setengah tiga siang saya pun baru sampai di rumah yang jaraknya 15 km dari kantor polisi, maklum daerah terpencil. Dan saya harus packing untuk berangkat ke Jakarta dengan kereta Senja Utama jam 18.30 pada hari itu juga. Capeknya .... tapi Alhamdulillah berujung kepada kepuasan hati ..... Jakarta tunggulah aku menyusuri jalanmu.
the end