Saturday, May 28, 2005

Perubahan Besar

Beberapa minggu ini saya sering bertanya kepada diri sendiri tentang apakah definisi jodoh itu, bagaimana kita tahu jodoh kita terus bagaimana hakekat sholat istikharah itu. Satu pertanyaan yang sebenarnya sering saya tanyakan kepada teman dan sobat saya yang telah menikah. Dan jawaban mereka yang diberikan kepada saya pun beragam dan terkesan mengambang. Satu-satunya jawaban yang bisa saya terima yaitu bahwa setiap kita melakukan istikharah untuk memilih antara dua pilihan ya dan tidak, maka akan menghasilkan konsekuensi pada masing-masing jawaban tersebut. Kalo kita pilih A, maka konsekuensinya pun ada dan kita pun tidak tahu apa yang akan terjadi bila kita memilih A. Begitu pula jika kita pilih B, kita juga tidak akan tahu apa konsekuensi di balik itu. Dan mungkin ini sangat berkaitan dengan takdir dan ketentuan Allah.

Sebelumnya saya tidak pernah merasakan sensasi dari sholat istikharah, sampai melakukannya sekitar dua minggu yang lalu. Bukan sesuatu yang besar, hanya saja dua minggu yang lalu saya " menembak " seorang wanita menjadi istri saya. Sesuatu yang tidak saya bayangkan sebelumnya karena ia sama sekali bukan tipe favorit saya. Saya hanya bisa berpikir mungkin saya sebenarnya sudah tertarik padanya sejak lama, hanya saja terlalu takut untuk mengungkapkannya. Ia sama sekali belum berhijab, sehingga saya pun memberikan buku-buku padanya tentang jilbab dan sejenis lainnya. Ia pun sepertinya belum pernah mencicipi tentang tarbiyah dll. Hanya satu yang saya tahu, bahwa ia baik dan ada something didirinya yang membuatnya istimewa. Dan seperti yang sudah saya tebak sebelumnya, pada akhirnya ia tidak bisa memberikan jawaban sampai menyelesaikan kuliah S1-nya. Sampai kapan ?? Yah, saya berharap tidak sampai satu tahun.

Tetapi saya merasakan sensasi aneh dari istikharah tersebut. Mungkin sekedar kebetulan tetapi bagi saya adalah suatu sensasi tersendiri. Pertama, saya ternyata menembak bertepatan dengan hari ultahnya ( yg dirahasiakannya dari teman-teman nya, bahkan saya tidak tahu sebelumnya). Kedua, saya melakukan penembakan pas lagi puasa sunnah hari Senin dan tidak saya rencanakan sebelumnya. Ketiga, dalam masa penantian jawaban darinya, saya merasa kuantitas ibadah saya naik 50-125 persen pada akhir-akhir ini. Saya tidak tahu apakah ini talbis Iblis kepada saya ataukah ini benar-benar sensasi dari istikharah. Hmm, kayaknya saya tetap harus bersabar menunggu sampai tahun depan untuk mengetahui jawabannya. Saya jadi teringat doa yang diajarkan teman saya, well saya nggak tahu efeknya tapi saya berharap itu baik bagi saya.

Ya Rabbi, hambaMu ini ingin mengikuti sunnah RasulMu,
Maka berikanlah kemudahan padaku untuk menuju
Sebuah pernikahan yang penuh berkah
Bukalah pintu karuniaMu untuk kami

Monday, May 23, 2005

Krisis Identitas

" Yang penting khan tujuan akhirnya "
Sudah cukup sering kita dengar perkataan tersebut entah sebagai alasan atau dalih terhadap sesuatu hal yang telah dilakukan atau akan dikerjakan. Dan kemarin kata-kata yang hampir sama tidak sengaja saya dapatkan kembali saat menonton infotaintment di televisi, yah seperti acara gossip tentang pro kontra delegasi Indonesia untuk acara Miss Universe.

Salah seorang artis yang pro mengatakan bahwa itu kesempatan yang harus dimanfaatkan karena dapat mengenalkan Indonesia, dan kalaupun menang maka pemenangnya mendapat kesempatan sebagai duta dunia untuk acara amal dan kemanusiaan walaupun dalam acaranya ada kontes baju renang. Saya menjadi berpikir mungkin sejak dari TK harusnya dikenalkan cara-cara berpikir dan berpendapat dan tidak semata-mata berpikir secara praktis seperti itu. Masing-masing punya aturan, Untuk berbuat baik tidaklah dengan cara yang kurang baik, apalagi mengatasnamakan sebagai seorang wakil bangsa. Ya, kalo semua masyarakat di bangsa ini sepakat dengan anda karena pada kenyataannya anda hanya didukung beberapa elemen tertentu yang bahkan bukan resmi milik pemerintah.

Satu hal yang saya tahu yaitu dalam Islam, pekerjaan dianggap baik jika proses dan tujuannya juga baik. Pahlawan orang miskin semodel Robin Hood di cerita menjelang tidur pada masa kecil kita tidak dibenarkan walaupun ia mencuri dari penguasa lalim. Bahkan kajian-kajian Islam yang dilakukan dengan tujuan keilmuan pun dapat dikategorikan sebagai suatu yang kurang bagus. Misalnya pengajian Maulid Nabi, Siapa sih yang berpendapat pengajian itu jelek, akan tetapi ketika hal itu dilakukan tanpa ada contoh dari Rasulullah, bahkan tidak pernah dilakukan sahabat dan thabi’in maka akan menjadi sesuatu yang kurang bagus. Ingatlah bahwa segala sesuatu dalam ibadah itu hukumnya haram kecuali yang diperintahkan/dicontohkan. Lain dengan makanan, semuanya halal dimakan kecuali yang ditetapkan haram.

Sebagai pengingat, dahulu ketika jamaah muslim mulai banyak di Madinah maka dipikirkan bagaimana cara memanggil kaum muslimin untuk sholat jamaah. Usulan pertama yaitu dengan lonceng, ditolak dengan tegas oleh Rasulullah karena menyerupai kaum nasrani. Usul kedua dengan terompet, ditolak pula oleh Rasulullah karena sudah dipakai kaum Yahudi. Usul ketiga yaitu menyalakan api besar di atas bukit ( dataran Madinah lebih rendah dari perbukitan ), akan tetapi ditolak pula oleh Rasulullah karena dari cara inilah lahir kaum Majusi penyembah api. Akhirnya baru usulan keempat yang diterima yaitu adzan seperti yang kita dengar sekarang. Pada intinya sangat penting bagi kita untuk memelihara identitas Islam kita sesuai contoh dari generasi awal Islam. Dan pentingnya memelihara cara berpikir kita layaknya pemahaman salafus shalih (generasi salaf )

Thursday, May 19, 2005

Janji lelaki

to :v


Senja telah tetapkan namanya
Maka ia pun utus prajuritnya
Kibarkan panji-panji asmara
Baitkan kidung-kidung cinta

Merasuk ke relung-relung jiwa
Berharap akan menghapus duka
Walaupun ternyata masih saja ada
Perih yang tersisa dalam dada

Tentu kau pun tahu
Menunggu itu membuatku jemu
Tapi ini adalah janjiku
Bukan sembarang janji
Karena ia keluar dari mulut lelaki
Yang bisa memegang janji

Tolong kamu mengerti
Karena aku memang seorang lelaki
sejati

Monday, May 09, 2005

Di suatu pesta

Seraut wajah
muncul dari balik kaca
saat mengalun gending Jawa

berkalung selendang putih sutera
memamerkan barisan gigi
laksana parade mutiara

Dengan anggun ia menyapa
kapan kamu menuju ke sana
seraya menunjuk ke arah tahta

aku diam seribu bahasa
berusaha menyusun kata
jangan dipikir lagi, katanya

aku tersenyum kesekian kalinya
aku menunggu kamu saja

Monday, May 02, 2005

Boss don’t make me shine

Camry yang kutumpangi melesat di jalanan tol Cikampek. Belok kanan dan belok kiri menyalip truk-truk besar dengan kecepatan tinggi. Lama-lama saya menjadi agak ngeri juga berada di samping Boss saya yang mengemudikan mobilnya bak pembalap amatir. Tapi karena ada tuntutan supaya tidak terlambat menghadiri sebuah tender tertutup, terpaksa kengerian itu harus saya pendam.

Seingat saya, baru sekali ini saya menghadiri sebuah tender bersama Boss pemilik perusahaan tempat saya bekerja. Dan bingung juga mau berbicara apa saja selama perjalanan karena saya jarang berinteraksi dengan beliau, lebih-lebih ia seorang WNI keturunan yang kebetulan Nasrani. Namun toh kami akhirnya membicarakan banyak hal selama dalam mobil, tentang kondisi politik, social dan sebagainya. Saya kagum sama China, begitu katanya. Dulu China itu jauh tertinggal dengan Indonesia. Tetapi sekarang mereka menguasai ekonomi di Asia dan mempengaruhi ekonomi dunia. Kuncinya satu yaitu mereka dapat melahirkan pemimpin yang kuat. Perpindahan kepemimpinan di sana lancar tanpa kerusuhan mulai dari Mao Zedong sampai presiden sekarang. Korupsi pun dibabat tanpa ampun, menciptakan iklim yang kondusif untuk investasi.

Alih-alih bicara politik dan ekonomi, beliau melanjutkan ke pembicaraan yang lebih pribadi.
" Gimana dengan kenaikan gajimu, Oke nggak ?" tanya Boss ke saya. Saya cuma tersenyum meringis dan menjawab," Oke, Pak. " Saya lho yang acc kenaikan gajimu, kayaknya kamu oke lho". Dapat saya rasakan kepala saya membesar dan mungkin pipi saya tambah merah, dan akhirnya saya mengiyakan saja.
" Kamu mau married kapan ?" Dezig. Ada sebuah pukulan keras yang menghunjam ke hati. Dengan agak gugup saya menjawabnya ,” Mmm. Mungkin tahun ini Pak ".
" Sudah ada calon ?" tanyanya lagi. " Belum Pak," jawabku pelan. Kalo pacar ? Saya makin meringis saja, " Tidak juga Pak".
" Lho, gimana bisa. Kamu khan tidak bisa married dengan orang yang tidak kamu kenal. Kamu tidak suka perempuan ?" Dezig, dezig. Kayaknya sebuah peluru tajam telah menembus kerongkonganku.
" Ya suka dong Pak, masak nggak suka".
Saya dulu pacaran sama istri saya selama 7 bulan terus married pada usia 27. Masih muda banget, begitu kata si Boss.
" Nah, saya pingin gitu Pak, nggak usah pacaran lama-lama terus married," sergahku langsung. Saya bingung mau menjelaskan arti taaruf, khitbah dll padanya karena ia khan nasrani. Sejenak kondisi dalam kendaraan diam untuk sementara waktu, sampai tiba-tiba …..
" Menurutmu si " V " itu bagaimana ? She is so sweet lho dan belum punya pacar". Dezig. Dapat kurasakan keringat dingin mulai mengucur di tengkukku, sebab nama yang disebutkan si Boss tadi adalah salah seorang karyawati di kantorku. Saya agak shocked juga, masalahnya Boss saya ini termasuk orang yang suka njodoh-njodohin para staffnya. Sudah lebih dari tiga pasang staff yang menikah dari perusahaan kami, walaupun lain grup.
Untunglah sebelum saya menjawab, ada telepon dari kolega Boss yang menyelamatkan saya. Pembicaraan bisnis yang cukup seru telah melupakan pertanyaan tadi.

Alhamdulillah, Thanks God. Pokoknya jangan lagi pergi dengan Boss deh. Nanti bisa bikin kalut di kantor