Perubahan Besar
Beberapa minggu ini saya sering bertanya kepada diri sendiri tentang apakah definisi jodoh itu, bagaimana kita tahu jodoh kita terus bagaimana hakekat sholat istikharah itu. Satu pertanyaan yang sebenarnya sering saya tanyakan kepada teman dan sobat saya yang telah menikah. Dan jawaban mereka yang diberikan kepada saya pun beragam dan terkesan mengambang. Satu-satunya jawaban yang bisa saya terima yaitu bahwa setiap kita melakukan istikharah untuk memilih antara dua pilihan ya dan tidak, maka akan menghasilkan konsekuensi pada masing-masing jawaban tersebut. Kalo kita pilih A, maka konsekuensinya pun ada dan kita pun tidak tahu apa yang akan terjadi bila kita memilih A. Begitu pula jika kita pilih B, kita juga tidak akan tahu apa konsekuensi di balik itu. Dan mungkin ini sangat berkaitan dengan takdir dan ketentuan Allah.
Sebelumnya saya tidak pernah merasakan sensasi dari sholat istikharah, sampai melakukannya sekitar dua minggu yang lalu. Bukan sesuatu yang besar, hanya saja dua minggu yang lalu saya " menembak " seorang wanita menjadi istri saya. Sesuatu yang tidak saya bayangkan sebelumnya karena ia sama sekali bukan tipe favorit saya. Saya hanya bisa berpikir mungkin saya sebenarnya sudah tertarik padanya sejak lama, hanya saja terlalu takut untuk mengungkapkannya. Ia sama sekali belum berhijab, sehingga saya pun memberikan buku-buku padanya tentang jilbab dan sejenis lainnya. Ia pun sepertinya belum pernah mencicipi tentang tarbiyah dll. Hanya satu yang saya tahu, bahwa ia baik dan ada something didirinya yang membuatnya istimewa. Dan seperti yang sudah saya tebak sebelumnya, pada akhirnya ia tidak bisa memberikan jawaban sampai menyelesaikan kuliah S1-nya. Sampai kapan ?? Yah, saya berharap tidak sampai satu tahun.
Tetapi saya merasakan sensasi aneh dari istikharah tersebut. Mungkin sekedar kebetulan tetapi bagi saya adalah suatu sensasi tersendiri. Pertama, saya ternyata menembak bertepatan dengan hari ultahnya ( yg dirahasiakannya dari teman-teman nya, bahkan saya tidak tahu sebelumnya). Kedua, saya melakukan penembakan pas lagi puasa sunnah hari Senin dan tidak saya rencanakan sebelumnya. Ketiga, dalam masa penantian jawaban darinya, saya merasa kuantitas ibadah saya naik 50-125 persen pada akhir-akhir ini. Saya tidak tahu apakah ini talbis Iblis kepada saya ataukah ini benar-benar sensasi dari istikharah. Hmm, kayaknya saya tetap harus bersabar menunggu sampai tahun depan untuk mengetahui jawabannya. Saya jadi teringat doa yang diajarkan teman saya, well saya nggak tahu efeknya tapi saya berharap itu baik bagi saya.
Ya Rabbi, hambaMu ini ingin mengikuti sunnah RasulMu,
Maka berikanlah kemudahan padaku untuk menuju
Sebuah pernikahan yang penuh berkah
Bukalah pintu karuniaMu untuk kami
Sebelumnya saya tidak pernah merasakan sensasi dari sholat istikharah, sampai melakukannya sekitar dua minggu yang lalu. Bukan sesuatu yang besar, hanya saja dua minggu yang lalu saya " menembak " seorang wanita menjadi istri saya. Sesuatu yang tidak saya bayangkan sebelumnya karena ia sama sekali bukan tipe favorit saya. Saya hanya bisa berpikir mungkin saya sebenarnya sudah tertarik padanya sejak lama, hanya saja terlalu takut untuk mengungkapkannya. Ia sama sekali belum berhijab, sehingga saya pun memberikan buku-buku padanya tentang jilbab dan sejenis lainnya. Ia pun sepertinya belum pernah mencicipi tentang tarbiyah dll. Hanya satu yang saya tahu, bahwa ia baik dan ada something didirinya yang membuatnya istimewa. Dan seperti yang sudah saya tebak sebelumnya, pada akhirnya ia tidak bisa memberikan jawaban sampai menyelesaikan kuliah S1-nya. Sampai kapan ?? Yah, saya berharap tidak sampai satu tahun.
Tetapi saya merasakan sensasi aneh dari istikharah tersebut. Mungkin sekedar kebetulan tetapi bagi saya adalah suatu sensasi tersendiri. Pertama, saya ternyata menembak bertepatan dengan hari ultahnya ( yg dirahasiakannya dari teman-teman nya, bahkan saya tidak tahu sebelumnya). Kedua, saya melakukan penembakan pas lagi puasa sunnah hari Senin dan tidak saya rencanakan sebelumnya. Ketiga, dalam masa penantian jawaban darinya, saya merasa kuantitas ibadah saya naik 50-125 persen pada akhir-akhir ini. Saya tidak tahu apakah ini talbis Iblis kepada saya ataukah ini benar-benar sensasi dari istikharah. Hmm, kayaknya saya tetap harus bersabar menunggu sampai tahun depan untuk mengetahui jawabannya. Saya jadi teringat doa yang diajarkan teman saya, well saya nggak tahu efeknya tapi saya berharap itu baik bagi saya.
Ya Rabbi, hambaMu ini ingin mengikuti sunnah RasulMu,
Maka berikanlah kemudahan padaku untuk menuju
Sebuah pernikahan yang penuh berkah
Bukalah pintu karuniaMu untuk kami
