Selamat Jalan Sobat
“ Konco iku isoh ngalahke sedulur lan keluwarga “ : Teman itu bisa mengalahkan saudara dan keluarga. Begitulah Pakdhe berkata pada saya ketika saya minta ijin tidak bisa ikut acara keluarga besar saya karena harus pergi ke rumah seorang sahabat saya.
Dan, akhirnya perkataan itu terbukti benar. Kehilangan seorang sahabat ibaratnya kehilangan salah seorang anggota keluarga bahkan mungkin lebih kehilangan lagi. Karena sahabat itu terlanjur menjadi teman curhat kita, teman berdiskusi dan bercanda sehingga sangat dekat Suatu kondisi yang mungkin tidak terjadi pada anggota keluarga kita. Saya sendiri sulit mengatakan kondisi saya yang sebenarnya ke keluarga kalau sedang banyak persoalan. Mau bercerita sama Ibu, takut membuat beliau kepikiran. Mau bercerita sama kakak ataupun adik, wah mereka udah pada nikah dan punya anak. Apalagi mereka sudah menjadi milik suaminya masing-masing. Jadi sahabat lah yang menjadi teman uneg-uneg saya.
Beberapa hari yang lalu, seorang sahabat saya yang paling kental, teman sekelas SMA dan teaman sekamar saya di Jakarta telah meninggalkan saya dalam rangka tugas dinas kantornya ke Pekan Baru untuk waktu tak tertentu. Terus terang saya amat kehilangan dia. Karena saya jadi ikut rajin berpetualang mencari kajian-kajian Islam di Jakarta ini gara-gara dia. Saya yang semula tidak senang melancong dan suka berdiam diri di rumah menjadi bersemangat untuk mengaji walaupun tempatnya jauh. Pendek kata ia telah mengingatkan saya secara tidak langsung dengan segala aktivitasnya walaupun memang ia tidak sempurna.
Saya tidak tahu apakah dapat mempunyai sahabat yang lebih baik darinya atau seperti dia. Akan tetapi saya berharap kami dapat bertemu kembali secepatnya. Selamat jalan Sobat, semoga Allah memberkahi setiap langkahmu
Dan, akhirnya perkataan itu terbukti benar. Kehilangan seorang sahabat ibaratnya kehilangan salah seorang anggota keluarga bahkan mungkin lebih kehilangan lagi. Karena sahabat itu terlanjur menjadi teman curhat kita, teman berdiskusi dan bercanda sehingga sangat dekat Suatu kondisi yang mungkin tidak terjadi pada anggota keluarga kita. Saya sendiri sulit mengatakan kondisi saya yang sebenarnya ke keluarga kalau sedang banyak persoalan. Mau bercerita sama Ibu, takut membuat beliau kepikiran. Mau bercerita sama kakak ataupun adik, wah mereka udah pada nikah dan punya anak. Apalagi mereka sudah menjadi milik suaminya masing-masing. Jadi sahabat lah yang menjadi teman uneg-uneg saya.
Beberapa hari yang lalu, seorang sahabat saya yang paling kental, teman sekelas SMA dan teaman sekamar saya di Jakarta telah meninggalkan saya dalam rangka tugas dinas kantornya ke Pekan Baru untuk waktu tak tertentu. Terus terang saya amat kehilangan dia. Karena saya jadi ikut rajin berpetualang mencari kajian-kajian Islam di Jakarta ini gara-gara dia. Saya yang semula tidak senang melancong dan suka berdiam diri di rumah menjadi bersemangat untuk mengaji walaupun tempatnya jauh. Pendek kata ia telah mengingatkan saya secara tidak langsung dengan segala aktivitasnya walaupun memang ia tidak sempurna.
Saya tidak tahu apakah dapat mempunyai sahabat yang lebih baik darinya atau seperti dia. Akan tetapi saya berharap kami dapat bertemu kembali secepatnya. Selamat jalan Sobat, semoga Allah memberkahi setiap langkahmu
