Sepenggal Cerita tentang Hidup
Minggu kemarin seperti minggu sebelumnya, menjalankan ritual yang sama. Proses yang selalu berulang-ulang, bahkan tidak terasa mungkin telah mengendap dalam otak, menciptakan gerakan-gerakan dalam alam bawah sadar. Kegiatan sama yang dilakukan menjelang akhir pekan tiba, melakukan olahraga rutin untuk tangan yaitu mencuci, mengepel lantai kamar dan menyetrika baju yang telah kering. Tetapi mengisi energi dulu tentunya dengan semangkuk bubur ayam hangat siap saji dari paman penjual depan kontrakan.
Bahkan bacaan pagi yang menemani pun tetap sama, harian Kompas terbitan Sabtu-Minggu. Dan akhirnya dimulailah suatu pencarian dengan memelototi huruf-huruf yang tercetak pada halaman surat kabar terkemuka itu terutama pencarian kata-kata : "Job Vacancy", "Urgently required", "Dibutuhkan Segera" dan kata-kata lainnya yang sejenis. Pencarian ini terus terang sudah saya lakukan sejak lulus kuliah. Mungkin memang saya kurang berbakat kalo berwira usaha sendiri jadinya tetap aja jadi buruh. Tidak lupa membaca tulisan yang terpampang di kolom "Kontak Jodoh", sebagai pengingat dan nasehat diri bahwa usia tak lagi muda dan sudah saatnya berkeluarga. Tapi saya pikir sungguh bodoh sebenarnya melakukan itu semuanya. Tapi mungkin lebih baik daripada melihat berita TV tentang kenaikan BBM dan usulan kenaikan gaji 15 jeti bagi para anggota DPR yang didukung beberapa partai yang saya anggap bersih dan reformis. Lebih baik juga daripada kerja di kantor dan terpaksa hanya bisa melihat dua buah Volvo baru bagi manajer kami. Bukannya iri, cuma kenaikan gaji yang harusnya dari Januari belum ada kabar beritanya sampai kini. Jadi please dong peduli.... (mode menuntut)
Yah, ini mungkin sebuah goresan yang menghiasi hidup. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi. Jadi apakah anda berani tampil beda...
Bahkan bacaan pagi yang menemani pun tetap sama, harian Kompas terbitan Sabtu-Minggu. Dan akhirnya dimulailah suatu pencarian dengan memelototi huruf-huruf yang tercetak pada halaman surat kabar terkemuka itu terutama pencarian kata-kata : "Job Vacancy", "Urgently required", "Dibutuhkan Segera" dan kata-kata lainnya yang sejenis. Pencarian ini terus terang sudah saya lakukan sejak lulus kuliah. Mungkin memang saya kurang berbakat kalo berwira usaha sendiri jadinya tetap aja jadi buruh. Tidak lupa membaca tulisan yang terpampang di kolom "Kontak Jodoh", sebagai pengingat dan nasehat diri bahwa usia tak lagi muda dan sudah saatnya berkeluarga. Tapi saya pikir sungguh bodoh sebenarnya melakukan itu semuanya. Tapi mungkin lebih baik daripada melihat berita TV tentang kenaikan BBM dan usulan kenaikan gaji 15 jeti bagi para anggota DPR yang didukung beberapa partai yang saya anggap bersih dan reformis. Lebih baik juga daripada kerja di kantor dan terpaksa hanya bisa melihat dua buah Volvo baru bagi manajer kami. Bukannya iri, cuma kenaikan gaji yang harusnya dari Januari belum ada kabar beritanya sampai kini. Jadi please dong peduli.... (mode menuntut)
Yah, ini mungkin sebuah goresan yang menghiasi hidup. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi. Jadi apakah anda berani tampil beda...
