Monday, January 24, 2005

Islam Itu Mudah

Salah satu karakteristik Dienul Islam itu mudah. Maka jangan pernah mempersulit di dalam Dienul Islam ini. Juga karena sudah mudah maka jangan pula terlalu memudahkan.

Kalo kita merunut perjalanan Rasulullah saw, maka akan kita dapati pertama kali yang menyambut seruan dakwah ini adalah orang-orang lemah, orang miskin yang notabene kurang terpelajar. Kalaupun ada yang terpelajar sangat sedikit seperti Umar bin Khattab dan Abu Bakar. Ini membuktikan bahwa ajaran Islam mudah diterima bahkan oleh orang yang tidak terpelajar sekalipun yang mungkin tidak bisa baca-tulis (ummi). Oleh karena itu saya percaya kalo Islam itu diajarkan dengan rumit pasti ada " apa-apanya " dan saya yakin tidak akan berkembang. Dan kalo saya mengomentari sedikit tentang Jaringan Islam Liberal : saya yakin ajaran mereka hanya diterima oleh orang-orang yg berpendidikan tinggi aja sebab sangat rumit sekali. Bahasanya tinggi ( ndakik-ndakik : bhs Jawa) penuh ajaran filsafat yang dikhususkan untuk menjangkau otak yang terasah di perguruan tinggi. Oleh karenanya saya yakin mereka nggak akan berkembang dan semoga demikian, kecuali mereka kembali menyuarakan kebenaran pasti akan saya dukung 200 persen.

Islam itu mudah. Saat Rasulullah mengutus salah satu sahabatnya ke daerah tertentu maka beliau mengatakan ( maaf dengan bahasa saya tlg dicek di buku siroh ato hadits) : " Mereka adalah para ahli kitab. Ajaklah mereka untuk mengucapkan kalimah syahadah. Kalo mereka menerima, katakanlah Allah memerintahkan kalian untuk sholat. Kalo mereka menerima, katakanlah Allah memerintahkan kalian untuk puasa Romadhon. Kalo mereka menerima katakanlah Allah memerintahkan untuk mengambil zakat dari sebagian harta mereka. Kalo mereka menerima katkanlah Allah memerintahkan kalian untuk menunaikan haji ke Baitullah" . Kalo anda baru masuk Islam dan hanya bisa bacaan tertentu saat sholat ya silakan aja, tapi terus belajar supaya sholatnya bagus dan benar. Kalo anda nggak sanggup sholat berdiri, maka duduklah kalo tetap anda nggak bisa duduk ya sholat sambil berbaring dan menggunakan isyarat. Bukankah mudah sekali ajaran Islam.

Karena kita tahu Islam itu mudah maka jangan terlalu mempermudah. Kenapa saya bilang demikian, karena sebagian dari umat ini berpendapat cukuplah syahadah aja untuk masuk sorga yang mungkin didapatkan saat ijab di depan penghulu dan menghiasi KTP seumur hidup. Bahkan mereka melecehkan para ulama, santri yang berpakaian rapat bersorban dan memakai peci serta mencemooh orang yang naik haji dengan perkataan : " Siapa sih yang tahu di hati mereka. Percuma mereka haji, bersorban dll hanya pamer saja dll ". Perkataan ini mungkin benar kalo yang mengatakan pernah menjalani semuanya, karena kalo masuk sorga itu tak cukup hanya dengan hati dan syahadah aja. Toh mereka sudah berusaha menjadi lebih baik dengan naik haji misalnya walaupun ada sedikit riya’ yang tak disadarinya. Wallahu Alam. Sesungguhnya syahadah berhubungan dengan ibadah lainnya yang tak dapat dipisahkan. Wahb bin Munabih pernah ditanya " Bukankah Laa ilaaha Illallah adalah kunci sorga. Benar, akan tetapi kunci itu tak dapat digunakan kecuali ada geriginya." Dan di kunci Laa ilaaha Illallah itu mempunyai gerigi sholat, zakat, gerigi puasa dll.

Maka Islam ini jangan dipersulit dan jangan pula terlalu dipermudah. Kita ambil pertengahannya saja, karena umat ini adalah umat yang pertengahan.

Saturday, January 08, 2005

Menggugat Takfir

Takfir atau mengkafirkan. Betapa berat kata-kata itu diucapkan. Sebenarnya siapa yang berhak mengkafirkan. Apakah manusia satu kepada manusia lainnya ataukah hanya Allah saja yang berhak mencap hamba-Nya itu kafir pada-Nya atau berserah diri pada-Nya. Dan ternyata fenomena takfir itu sekarang muncul untuk memblack list beberapa pemuka agama atau jamaah tertentu demi mencegah pemikirannya menyebar ke ummat. Kalau memang sesat dan sangat menyimpang dari Al Quran dan Sunnah sih mungkin perlu, tetapi sampai mengkafirkan ? Bahkan perbedaan dalam hal yang sedikit saja sudah cukup untuk saling black list.

Sekarang saya mengajak anda berpikir dengan berbagai pertanyaan berikut..
A : Kalau saya berkata : " Barang siapa menyembah pohon maka ia kafir ". Apakah anda membenarkan ?
B : Ya, tentu benar. Karena menyembah pohon adalah perbuatan syirik menyebabkan pelakunya kafir.
A : Kalau saya berkata : " Fulan itu menyembah pohon, maka dia kafir ".Apakah anda membenarkan ?
B : ???? (bingung)
A : Tentu sebagian ada yang menjawab si Fulan kafir karena menyembah pohon. Akan tetapi perlu diingat apakah telah datang hujah atasnya. Ketika hujah telah datang atas si Fulan dan ia mengingkarinya tentu kita harus tegas menyatakan ia kafir. Akan tetapi sebelum hujah datang atasnya, maka sungguh si Fulan masih dalam keadaan jahil (bodoh).

Inilah realita yang ingin saya kemukakan. Mungkin ada di antara kita yang menggunakan dalil yang bersifat umum seperti kata-kata :" Barang siapa menyembah pohon maka kafir ". Padahal ada dalil yang bersifat umum dan bersifat khusus dan tentunya salah penerapan dalil akan berakibat pendapat yang berbeda. Dan inilah kendala yang ada dalam berbagai jamaah minal muslimin yang ada mengunakan dalil-dalil umum untuk memutuskan sesuatu, sehingga mengakibatkan peristiwa black list dan lain-lain. Wallahu alam.

Kemudian satu pertanyaan lagi timbul : " Perlukah kita memilah-milih ustadz ?"
Sebelum pertanyaan ini dijawab, maka saya bawa anda ke pertanyan-pertanyaan berikut ini. Apakah anda yakin dengan hadits yang dibawa Imam Bukhari-Muslim ? Saya yakin anda membenarkannya karena sanad yang dibawa beliau jika ditelusuri sampai ke Rasulullah saw. Intinya tidak ada sanad yang terputus antara beliau dan Rasulullah saw. Kemudian yakinkah anda pada ulama yang bisa tahu dengan sendirinya dan termasuk ahlussunnah tanpa berguru kepada ulama-ulama sebelumnya yang bila ditelusuri sampai ke thabiiin dan sahabat ? Tentu kita akan bilang impossible dan mengherankan. Karena sulit diterima oleh akal ada ulama yang semisal dengan nabi Khidir yang menerima wahyu dari Allah SWT. Bahkan nabi Musa pun sampai memprotes nabi Khidir, apalagi dengan kita yang tahu bahwa Nabi Muhammad lah penutup nabi-nabi sebelumnya dan tidak ada nabi setelah beliau.

Satu lagi pertanyaan yaitu apakah mutiara itu tetap disebut mutiara ketika dipajang di etalase mall dan saat ia terjatuh di selokan yang penuh air comberan. Tentu mutiara itu tetaplah disebut mutiara walaupun kondisinya jauh berbeda.

Mutiara kebenaran tetaplah bernilai benar walaupun keluar dari mulut para ahli bidah, orang munafik, anak kecil, orang fasik, pemabuk, preman dll. Orang tentu membenarkan ucapan pemabuk dan orang fasik yang mengatakan sholat wajib adalah lima waktu. Sebaliknya mereka menertawakan ulama yang mengatakan sholat wajib adalah tujuh atau kurang dari lima waktu. Bahkan Imam Syafi’I pun mengatakan : " Tidaklah kudapatkan kebaikan selama bergaul dengan kaum sufi kecuali dua hal, waktu adalah pedang dan jika aku saat ini tidak sedang berbuat kebaikan pasti sedang melakukan hal kesia-siaan "

Jadi apakah kita perlu memilah-milih ustadz ? Tentu saja harus, tapi pemilihan itu tidak menghalangi kita dari kebenaran yang disuarakan oleh ulama lain yang bukan kita percayai. Kita cuma harus memfilter lebih baik lagi sehingga yakin itulah cahaya kebenaran.

Wallahu Alam Bishhawab

Friday, January 07, 2005

Maulid

Kalau anda jeli pasti bisa lihat perbedaan layout ini dengan yg kemarin terutama pada profile saya. Ya, kemarin adalah hari milad saya yang ke-26. Tak terasa 26 tahun sudah saya menjalani hidup di dunai ini. Kalo diambil sepertiganya saja untuk tidur, ternyata lebih dari 8 tahun banhkan mungkin lebih dari sepuluh tahun hidup ini hanya untuk tidur saja. Sungguh suatu kesia-siaan. Belum untuk hal-hal yang betul-betul sia-sia. Mungkin semboyan itu benar : Hidup adalah perjuangan .

Dan kemarin dapat banyak doa dari keluarga :
Sms dari ibu : " semoga selalu sehat, banyak rejeki, tambah takwa" .
Sms dari adik : " semoga menjadi usia yang barokah ".

Yah, semoga terkabul. Ya Allah jadikanlah sisa hidupku ini tuk mengabdi pada Mu. Dan berilah diri kami kekuatan untuk selalu taat pada Mu. Amin ya Robbal 'Alamien.

Thursday, January 06, 2005

Jihad Never Die

Ada satu fenomena menarik yang mungkin terjadi di antara kita yaitu seringkali kita merasa sudah terbebas dari ikatan ketika kita sudah membantu rakyat Aceh dengan jalan mentransfer sebagian uang kita dan tanpa kita sadari penderitaan rakyat Aceh telah terlupakan hanya dalam waktu seminggu. Kita sudah bebas jalan-jalan, bersukaria, bercanda tawa dengan teman-teman kita. Kita sudah mulai kembali ke kebiasaan kita sehari-hari pra bencana nasional tsunami di Aceh terjadi. Toh kita sudah nyumbang, begitu mungkin yang ada di dalam benak pikiran kita.

Tapi apakah hal ini dapat dibenarkan ?? Marilah kembali ke mengikuti hati nurani kita, dan saya yakin Anda tidak membenarkan, kecuali Anda sudah nggak punya hati. Apakah rakyat Aceh bisa pulih hanya dalam waktu seminggu dua minggu ? Tanyakan pada orang dan kontraktor paling hebat sedunia untuk memulihkan Aceh, dan saya yakin nggak ada bakalan yang menyanggupinya bahkan katakan dalam waktu dua bulan saja. Oleh karenanya bantuan yang dibutuhkan Aceh bukan sekedar uang yang kita transferkan sekali saja pada minggu yang lalu namun berkelanjutan terus menerus sampai mereka mampu mandiri.

Hal ini mengingatkan saya dengan satu semboyan : Jihad never sleep, mujahid never die

Jihad tak akan pernah tidur dan mujahid tak pernah mati. Begitulah semboyan yang sering dikumandangkan oleh para kader dakwah. Dan memang itu diperlukan supaya kita betul-betul menyadari bahwa dakwah itu selalu berkelanjutan. Tak cukup hanya jadi guru TPA semasa SMA dan setelah tenggelam ketika sudah lulus. Tak cukup hanya jadi aktivis kampus semasa kuliah dan setelah itu tenggelam ketika sudah bekerja dan berumah tangga. Atau malah kita merasa sudah berbuat banyak untuk agama ini, sudah menghasilkan kader-kader dakwah yang baru dan siap berjuang menegakkan Dien ini. Dan oleh karenanya kita tinggal duduk manis menunggu limpahan pahala yang tak putus-putus dari para kader yang kita bina. Apakah hal ini yang kita rasakan ?

Saudara, walaupun dakwah mulai menurun karena kesibukan sebagai kepala keluarga atau ibu rumah tangga namun yakinlah bahwa dakwah adalah suatu proses yang berkelanjutan sampai ajal menjelang dan kita pun bisa mencicipi nikmatnya hasil kerja kita di yaumil akhir. Semoga masih ada doa di setiap hari kita : tuk mati syahid karena seseorang yang tidak bercita-cita sebagai syahid matinya sekan-akan seperti orang munafik.

So, apalagi yang kita tunggu ?

Monday, January 03, 2005

Lowongan

" Tahukah kamu orang yang mendustakan hari pembalasan. Itulah orang yang menolak hak anak yatim. dan tidak menganjurkan memberi makan terhadap orang miskin " (QS Al Maaun : 1-3)

Dibutuhkan orang tua asuh untuk anak berumur 0 - 3 tahun dari Aceh yang telah menjadi anak yatim piatu. Mereka akan segera dibawa ke Jakarta, Bandung dan Batam.

Hubungi Raihana 08158700064, FK& FKG Trisakti. Tolong info ini dicrosscheck lagi.

Sunday, January 02, 2005

Refleksi Tahun Baru

Tidak cukupkah mayat-mayat yang bergelimpangan itu
bagimu
Tidak banyakkah tumpahan air mata itu
bagimu

sehingga kau masih bisa berhura-hura
merayakan dengan candatawa
saat malam tahun baru tiba

Sedangkan aku lihat di televisi
banyak kota telah mati
bersama semua penghuni
sisakah perih yang menyayat hati

Aku sedih melihat para korban tsunami
Tapi lebih sedih melihat penghuni bangsa ini
yang tidak peduli
bahkan pada malam ini