Islam Itu Mudah
Salah satu karakteristik Dienul Islam itu mudah. Maka jangan pernah mempersulit di dalam Dienul Islam ini. Juga karena sudah mudah maka jangan pula terlalu memudahkan.
Kalo kita merunut perjalanan Rasulullah saw, maka akan kita dapati pertama kali yang menyambut seruan dakwah ini adalah orang-orang lemah, orang miskin yang notabene kurang terpelajar. Kalaupun ada yang terpelajar sangat sedikit seperti Umar bin Khattab dan Abu Bakar. Ini membuktikan bahwa ajaran Islam mudah diterima bahkan oleh orang yang tidak terpelajar sekalipun yang mungkin tidak bisa baca-tulis (ummi). Oleh karena itu saya percaya kalo Islam itu diajarkan dengan rumit pasti ada " apa-apanya " dan saya yakin tidak akan berkembang. Dan kalo saya mengomentari sedikit tentang Jaringan Islam Liberal : saya yakin ajaran mereka hanya diterima oleh orang-orang yg berpendidikan tinggi aja sebab sangat rumit sekali. Bahasanya tinggi ( ndakik-ndakik : bhs Jawa) penuh ajaran filsafat yang dikhususkan untuk menjangkau otak yang terasah di perguruan tinggi. Oleh karenanya saya yakin mereka nggak akan berkembang dan semoga demikian, kecuali mereka kembali menyuarakan kebenaran pasti akan saya dukung 200 persen.
Islam itu mudah. Saat Rasulullah mengutus salah satu sahabatnya ke daerah tertentu maka beliau mengatakan ( maaf dengan bahasa saya tlg dicek di buku siroh ato hadits) : " Mereka adalah para ahli kitab. Ajaklah mereka untuk mengucapkan kalimah syahadah. Kalo mereka menerima, katakanlah Allah memerintahkan kalian untuk sholat. Kalo mereka menerima, katakanlah Allah memerintahkan kalian untuk puasa Romadhon. Kalo mereka menerima katakanlah Allah memerintahkan untuk mengambil zakat dari sebagian harta mereka. Kalo mereka menerima katkanlah Allah memerintahkan kalian untuk menunaikan haji ke Baitullah" . Kalo anda baru masuk Islam dan hanya bisa bacaan tertentu saat sholat ya silakan aja, tapi terus belajar supaya sholatnya bagus dan benar. Kalo anda nggak sanggup sholat berdiri, maka duduklah kalo tetap anda nggak bisa duduk ya sholat sambil berbaring dan menggunakan isyarat. Bukankah mudah sekali ajaran Islam.
Karena kita tahu Islam itu mudah maka jangan terlalu mempermudah. Kenapa saya bilang demikian, karena sebagian dari umat ini berpendapat cukuplah syahadah aja untuk masuk sorga yang mungkin didapatkan saat ijab di depan penghulu dan menghiasi KTP seumur hidup. Bahkan mereka melecehkan para ulama, santri yang berpakaian rapat bersorban dan memakai peci serta mencemooh orang yang naik haji dengan perkataan : " Siapa sih yang tahu di hati mereka. Percuma mereka haji, bersorban dll hanya pamer saja dll ". Perkataan ini mungkin benar kalo yang mengatakan pernah menjalani semuanya, karena kalo masuk sorga itu tak cukup hanya dengan hati dan syahadah aja. Toh mereka sudah berusaha menjadi lebih baik dengan naik haji misalnya walaupun ada sedikit riya’ yang tak disadarinya. Wallahu Alam. Sesungguhnya syahadah berhubungan dengan ibadah lainnya yang tak dapat dipisahkan. Wahb bin Munabih pernah ditanya " Bukankah Laa ilaaha Illallah adalah kunci sorga. Benar, akan tetapi kunci itu tak dapat digunakan kecuali ada geriginya." Dan di kunci Laa ilaaha Illallah itu mempunyai gerigi sholat, zakat, gerigi puasa dll.
Maka Islam ini jangan dipersulit dan jangan pula terlalu dipermudah. Kita ambil pertengahannya saja, karena umat ini adalah umat yang pertengahan.
Kalo kita merunut perjalanan Rasulullah saw, maka akan kita dapati pertama kali yang menyambut seruan dakwah ini adalah orang-orang lemah, orang miskin yang notabene kurang terpelajar. Kalaupun ada yang terpelajar sangat sedikit seperti Umar bin Khattab dan Abu Bakar. Ini membuktikan bahwa ajaran Islam mudah diterima bahkan oleh orang yang tidak terpelajar sekalipun yang mungkin tidak bisa baca-tulis (ummi). Oleh karena itu saya percaya kalo Islam itu diajarkan dengan rumit pasti ada " apa-apanya " dan saya yakin tidak akan berkembang. Dan kalo saya mengomentari sedikit tentang Jaringan Islam Liberal : saya yakin ajaran mereka hanya diterima oleh orang-orang yg berpendidikan tinggi aja sebab sangat rumit sekali. Bahasanya tinggi ( ndakik-ndakik : bhs Jawa) penuh ajaran filsafat yang dikhususkan untuk menjangkau otak yang terasah di perguruan tinggi. Oleh karenanya saya yakin mereka nggak akan berkembang dan semoga demikian, kecuali mereka kembali menyuarakan kebenaran pasti akan saya dukung 200 persen.
Islam itu mudah. Saat Rasulullah mengutus salah satu sahabatnya ke daerah tertentu maka beliau mengatakan ( maaf dengan bahasa saya tlg dicek di buku siroh ato hadits) : " Mereka adalah para ahli kitab. Ajaklah mereka untuk mengucapkan kalimah syahadah. Kalo mereka menerima, katakanlah Allah memerintahkan kalian untuk sholat. Kalo mereka menerima, katakanlah Allah memerintahkan kalian untuk puasa Romadhon. Kalo mereka menerima katakanlah Allah memerintahkan untuk mengambil zakat dari sebagian harta mereka. Kalo mereka menerima katkanlah Allah memerintahkan kalian untuk menunaikan haji ke Baitullah" . Kalo anda baru masuk Islam dan hanya bisa bacaan tertentu saat sholat ya silakan aja, tapi terus belajar supaya sholatnya bagus dan benar. Kalo anda nggak sanggup sholat berdiri, maka duduklah kalo tetap anda nggak bisa duduk ya sholat sambil berbaring dan menggunakan isyarat. Bukankah mudah sekali ajaran Islam.
Karena kita tahu Islam itu mudah maka jangan terlalu mempermudah. Kenapa saya bilang demikian, karena sebagian dari umat ini berpendapat cukuplah syahadah aja untuk masuk sorga yang mungkin didapatkan saat ijab di depan penghulu dan menghiasi KTP seumur hidup. Bahkan mereka melecehkan para ulama, santri yang berpakaian rapat bersorban dan memakai peci serta mencemooh orang yang naik haji dengan perkataan : " Siapa sih yang tahu di hati mereka. Percuma mereka haji, bersorban dll hanya pamer saja dll ". Perkataan ini mungkin benar kalo yang mengatakan pernah menjalani semuanya, karena kalo masuk sorga itu tak cukup hanya dengan hati dan syahadah aja. Toh mereka sudah berusaha menjadi lebih baik dengan naik haji misalnya walaupun ada sedikit riya’ yang tak disadarinya. Wallahu Alam. Sesungguhnya syahadah berhubungan dengan ibadah lainnya yang tak dapat dipisahkan. Wahb bin Munabih pernah ditanya " Bukankah Laa ilaaha Illallah adalah kunci sorga. Benar, akan tetapi kunci itu tak dapat digunakan kecuali ada geriginya." Dan di kunci Laa ilaaha Illallah itu mempunyai gerigi sholat, zakat, gerigi puasa dll.
Maka Islam ini jangan dipersulit dan jangan pula terlalu dipermudah. Kita ambil pertengahannya saja, karena umat ini adalah umat yang pertengahan.
