" Bu, nembe menopo. Wonten acara sae lho wonten RCTI " ( Bu, sedang apa. Ada acara bagus lho di RCTI ). Kalimat tadi adalah petikan singkat pesan sms saya ke ibu saya beberapa hari yang lalu. Ya, saya memang berusaha untuk selalu mengontak beliau setiap hari baik via sms atau telpon dan membicarakan hal-hal kecil kayak acara TV, menu makan dll. Pasalnya sejak kematian ayah saya setahun yang lalu praktis tak ada yang menemani beliau. Adik dan kakak saya sudah menikah dan berada di luar kota. Sebenarnya ada yaitu adik sepupu serta keponakan saya dari keluarga ayah dan ibu yang menemani beliau, namun tentunya tidak sama ketika berinteraksi dengan anak sendiri. Dan saya berharap paling nggak beliau tidak kesepian dan masih merasa diperhatikan sebagai seorang Ibu. Sekedar sms : say hello, mungkin amat singkat tapi bisa berarti lebih dan lebih ..
Ibu saya adalah seorang guru SD. Dan masa senjanya ini masih dilalui dengan mengajar dan mengajar. Tentunya untuk mengisi waktu dan membunuh sepi dengan berbagai macam kesibukan. Umur beliau kurang lebih 53 tahun, mmm saya tidak ingat tanggal lahirnya cuman tahun lahirnya saja. Karena beliau bilang tanggal lahir dan surat kelahiran tidak begitu penting pada jaman dahulu, sehingga kalaupun tanggal lahir tercantum di KTP itu belum tentu yang sebenarnya. Tidak pernah ada tradisi perayaan ulang tahun di keluarga saya, kalaupun pernah paling sekali saja waktu masih kanak-kanak.
Ibu yang saya kenal adalah wanita yang sederhana, lembut cs perkasa ( lembut tak selalu berarti versus perkasa). Saya masih ingat saat nenek saya ( ibu ayah) sakit, beliaulah satu-satunya menantu nenek yang mengurus nenek bahkan saat membuang kotoran karena nenek tak berdiri sendiri kecuali dipapah. Saya jadi ingat kemudian saat mata nenek terharu menatap Ibu … Saya masih ingat juga saat bapak masih dirawat karena sakit, beliaulah yang selalu dipanggil bapak terus menerus untuk menemani jadi ibu jarang tidur. Itulah Ibu yang selama ini saya kenal.
Ibu, dua hari lagi tanggal 22 Desember. Pemerintah bilang tanggal itu adalah hari nasional hari Ibu. Tapi bagi saya, setiap hari adalah hari Ibu, karena seorang Ibu tetap tidak pernah libur menjadi seorang Ibu walaupun satu hari saja.
Lagunya mas Iwan Fals sungguh membuat saya kembali terharu mengingat Ibu di kampung :
Ribuan kilo jalan yang kau tempuh
Lewati rintang untuk aku anakmu
Ibuku sayang masih terus berjalan
Walau tapak kaki, penuh darah... penuh nanah
Seperti udara... kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas...ibu...ibu
Ingin kudekat dan menangis di pangkuanmu
Sampai aku tertidur, bagai masa kecil dulu
Lalu doa-doa baluri sekujur tubuhku
Dengan apa membalas...ibu...ibu....
Ibu, terima kasih. Terima kasih telah menjadi Ibu bagiku. Dan aku yakin tidak perna bisa membalas kebaikanmu. Semoga Allah membalasnya, selalu menjaga Ibu, memberi kesehatan pada Ibu dan memberi kebahagiaan pada Ibu. Ya Allah ampunilah kedua bapakIbuku dan sayangilah mereka seperti saat mereka menyayangi kami ketika masih kecil. Amin.