Sudah sekuler kah kita
Kemarin saya berbincang-bincang dengan teman saya tentang film baru Indonesia “ Virgin “. Saya bilang,” Itu filmnya katanya lebih saru lagi dari pada BCG lho. ( saya sendiri belum melihat sih cuman pernah baca tentang film itu beserta dialognya yg vulgar dalam sebuah milis, kayaknya sih juga nggak akan nonton ….. ). Tanggapannya cuman ,” Kalo saya sih pake pendapatnya Garin Nugroho saja ”. Duhai ….. Garin Nugroho itu bukanlah Tuhan, yang dari komentarnya bisa menentukan sesuatu hal itu betul-betul baik atau buruk. Bagaimana mungkin film yang katanya mempertontonkan seorang remaja yang mengambil gambar payudara dengan kamera phone dari balik bajunya di tengah tempat terbuka seperti restoran dapat memberikan pelajaran yang berharga bagi remaja. Saya hanya bilang yahhh, emang Tuhan menunjukkan dua jalan tergantung kita yang milih jalan baik atau jalan yang buruk. Saya sih secara pribadi tidak membenci mas Garin, karena hasil karyanya cukup bisa saya nikmati. Tapi kalo udah mengusik moral dan nurani saya pun pasti mengecam anda.
Belum habis saya pikirkan itu, Ehh tadi saya baca di Kompas para perempuan NU yang hadir di muktamar NU Boyolali sepakat menolak makanan yang dihidangkan karena berasal dari rumah makan “Wong Solo” yang pemiliknya poligami. Terus terang saya nggak habis pikir, bagaimana mereka bisa menolak makanan yang Insya Allah halal dan thoyib. Mungkin mereka lebih suka makanan Mc Donald ato KFC kali yang lebih internasional sifatnya dan lebih kriuk-kriuk tepungnya. Yang saya sesalkan itu mereka itu menolak poligami yang bahkan dari Mahzab imam besar seperti : Imam Ahmad ibnu Hambal, Imam Syafi’I, Imam Hanafi saja udah disyariatkan. Bahkan mereka menjadikan isu penolakan poligami dimasukkan dalam muktamar NU. Duhai , kenapa anda tidak memasukkan isu penyerangan AS ke Fallujah, penyerangan Israel ke Palestina sebagai salah satu isu sentral. Kalaupun isu penentangan poligami itu hanya sebagai pengalihan isu sentral tentang “ NU yang berpolitik ”, mbok tolong cari pengalihan isu lainnya yang lebih bermanfaat.
Trus gimana dong dengan fasilitas “ forum “ website Islam seperti kotasantri.com,myquran.com yang banyak diserang oleh orang tak bertanggung jawab, dengan mengambil dalil dari sumber islamlib.com. Jangan-jangan kita hanya berkata : “ Itu sih sudah biasa “ Tanpa ada marah dan benci. Dimana rasa ghiroh/cemburu kita ketika agama ini telah dicaci ?
Jika demikian adanya, kita memang benar-bemar telah jadi orang sekuler. Kalupun kita tidak mengakuinya, pola pikir kita telah menjadi sekuler dan benar-benar menjadi orang sekuler. Ahhhh sekuler ……
Belum habis saya pikirkan itu, Ehh tadi saya baca di Kompas para perempuan NU yang hadir di muktamar NU Boyolali sepakat menolak makanan yang dihidangkan karena berasal dari rumah makan “Wong Solo” yang pemiliknya poligami. Terus terang saya nggak habis pikir, bagaimana mereka bisa menolak makanan yang Insya Allah halal dan thoyib. Mungkin mereka lebih suka makanan Mc Donald ato KFC kali yang lebih internasional sifatnya dan lebih kriuk-kriuk tepungnya. Yang saya sesalkan itu mereka itu menolak poligami yang bahkan dari Mahzab imam besar seperti : Imam Ahmad ibnu Hambal, Imam Syafi’I, Imam Hanafi saja udah disyariatkan. Bahkan mereka menjadikan isu penolakan poligami dimasukkan dalam muktamar NU. Duhai , kenapa anda tidak memasukkan isu penyerangan AS ke Fallujah, penyerangan Israel ke Palestina sebagai salah satu isu sentral. Kalaupun isu penentangan poligami itu hanya sebagai pengalihan isu sentral tentang “ NU yang berpolitik ”, mbok tolong cari pengalihan isu lainnya yang lebih bermanfaat.
Trus gimana dong dengan fasilitas “ forum “ website Islam seperti kotasantri.com,myquran.com yang banyak diserang oleh orang tak bertanggung jawab, dengan mengambil dalil dari sumber islamlib.com. Jangan-jangan kita hanya berkata : “ Itu sih sudah biasa “ Tanpa ada marah dan benci. Dimana rasa ghiroh/cemburu kita ketika agama ini telah dicaci ?
Jika demikian adanya, kita memang benar-bemar telah jadi orang sekuler. Kalupun kita tidak mengakuinya, pola pikir kita telah menjadi sekuler dan benar-benar menjadi orang sekuler. Ahhhh sekuler ……
