Ada apa denganku
" Saya itu inginnya jatah cuti massal itu pas 10 hari terakhir pada bulan Ramadhan jadi bisa itikaf ". Itu adalah sepenggal perkataan dari salah seorang karyawan lapangan di perusahaan saya bekerja. Terus terang saya amat kagum pada beliau. Di saat orang seperti saya sibuk mikirin tiket pulang kampung untuk berlebaran di rumah, beliau jauh berpikir ke depan untuk sesuatu yang amat mulia. Yah memang saya pikir itu adalah keinginan yang sulit terlaksana kecuali kami bekerja sendiri punya usaha sendiri tanpa di bawah bayang-bayang seorang Boss.
Tapi setelah menengok sekilas 15 hari Ramadhan yang telah lewat,saya merasa banyak sesuatu yang hilang. Entah tadarus yang kurang teratur ataupun kurang optimalnya saya dalam mengatur waktu telah mengakibatkan waktu saya telah hilang dan tak kan pernah kembali.... Suasana Ramadhan yang saya rasakan saat masih remaja ( SMP-SMU) di kampung dengan sekarang amat jauh berbeda. Mungkinkah karena faktor usia dan pekerjaan yang lebih banyak menyita waktu dan pikiran daripada usia remaja.... Atau karena begitu modernnya kota Jakarta ini hingga bisa mengakibatkan hilangnya sisi kemanusiaan dan berubahnya pola hidup sseorang. Huhh.*#@!.... Kayaknya para lembaga peneliti perlu mengadakan survey tentang masalah ini. Please ya para surveyor .....
Ya Allah, kembalikanlah kami ke jalan-Mu
dan kembali ke fithrah kami yang sesungguhnya
untuk menyembahMu dengan segenap jiwa, raga dan hati kami
Berikanlah kecintaan pada kami untuk mencintaiMu, mencintai RasulMu, mencintai orang yang Kau cintai
Berikanlah keridhaanMu dan rahmatMu kepada kami
Amin
PS : maaf bagi teman2 yg belum saya bales imelnya, soalnya lagi agak sibuk
Tapi setelah menengok sekilas 15 hari Ramadhan yang telah lewat,saya merasa banyak sesuatu yang hilang. Entah tadarus yang kurang teratur ataupun kurang optimalnya saya dalam mengatur waktu telah mengakibatkan waktu saya telah hilang dan tak kan pernah kembali.... Suasana Ramadhan yang saya rasakan saat masih remaja ( SMP-SMU) di kampung dengan sekarang amat jauh berbeda. Mungkinkah karena faktor usia dan pekerjaan yang lebih banyak menyita waktu dan pikiran daripada usia remaja.... Atau karena begitu modernnya kota Jakarta ini hingga bisa mengakibatkan hilangnya sisi kemanusiaan dan berubahnya pola hidup sseorang. Huhh.*#@!.... Kayaknya para lembaga peneliti perlu mengadakan survey tentang masalah ini. Please ya para surveyor .....
Ya Allah, kembalikanlah kami ke jalan-Mu
dan kembali ke fithrah kami yang sesungguhnya
untuk menyembahMu dengan segenap jiwa, raga dan hati kami
Berikanlah kecintaan pada kami untuk mencintaiMu, mencintai RasulMu, mencintai orang yang Kau cintai
Berikanlah keridhaanMu dan rahmatMu kepada kami
Amin
PS : maaf bagi teman2 yg belum saya bales imelnya, soalnya lagi agak sibuk
