Kita pun Bisa
Apakah anda pernah mendengar nama Matsushita. Sebuah nama grup perusahaan raksasa kelas dunia. Konosuke Matushita, adalah pendiri dan pemimpinnya. Selain dirinya adalah seorang entrepreneur dan pendidik ternyata ia juga seorang filsuf yang sangat populer. Ia telah menulis sebanyak 46 judul buku, mulai tahun 1953 hingga 1990. Diakhir hayatnya, ia menyumbang 291 juta USD dari saku dan 99 juta USD dari kas perusahaannya untuk kepentingan kemanusiaan. Beberapa tokoh besar dunia pun melakukan hal yang tidak jauh berbeda berupaya menggunakan kelebihan harta dan kedudukan yang dipunyainya untuk kepentingan kemanusiaan.
Mungkin banyak dari kita yang berpendapat, “ Oh, itu karena mereka kaya dan profesi mereka memungkinkan membantu banyak orang”. Dulu saya pun pernah berpikir demikian. Saya pikir dokter dan guru itu juga sangat berjasa dan membantu orang lain karena profesi mereka. Akan tetapi ada satu hal yang menyadarkan saya. Beberapa waktu yang lalu saya sempat menghadiri acara temu bersama Golagong di toko buku Gunung Agung Kwitang bersama teman saya. Apakah anda tahu siapa Golagong itu ? Ia adalah seorang seniman yang cacat lengannya dan kemudian sekarang bekerja sebagai script writer di RCTI. Ia telah mempelopori berdirinya “ Rumah Dunia “, suatu rumah persinggahan yang bertujuan untuk memberi pendidikan secara cuma-cuma pada anak-anak yang tidak mampu. Ia mengumpulkan para volunteer( sukarelawan) untuk membina di yayasan tersebut walaupun pada awalnya banyak menghadapi tantangan, sehingga “Rumah Dunia” menjadi besar dan kabarnya kisahnya dibuat sinetron dengan judul yang sama”Rumah Dunia”.
Ternyata untuk membantu orang lain dan bermanfaat bagi sesama tidak perlu menjadi seorang dokter atau seorang guru. Juga tidak musti kaya harta. Kita hanya perlu modal yang ada pada diri kita yaitu , suatu tekad dan kemauan yang kuat untuk saling berbagi dengan sesama. Kekayaan yang kita perlukan adalah kekayaan hati. Jadi seperti yang sering dibilang Aa Gym 3 M : Mulailah dari hal yang kecil, mulai dari diri sendiri dan mulai saat ini !!! Sekarang hanya satu kata yang harus ada pada diri kita,“Kita pun Bisa “
Mungkin banyak dari kita yang berpendapat, “ Oh, itu karena mereka kaya dan profesi mereka memungkinkan membantu banyak orang”. Dulu saya pun pernah berpikir demikian. Saya pikir dokter dan guru itu juga sangat berjasa dan membantu orang lain karena profesi mereka. Akan tetapi ada satu hal yang menyadarkan saya. Beberapa waktu yang lalu saya sempat menghadiri acara temu bersama Golagong di toko buku Gunung Agung Kwitang bersama teman saya. Apakah anda tahu siapa Golagong itu ? Ia adalah seorang seniman yang cacat lengannya dan kemudian sekarang bekerja sebagai script writer di RCTI. Ia telah mempelopori berdirinya “ Rumah Dunia “, suatu rumah persinggahan yang bertujuan untuk memberi pendidikan secara cuma-cuma pada anak-anak yang tidak mampu. Ia mengumpulkan para volunteer( sukarelawan) untuk membina di yayasan tersebut walaupun pada awalnya banyak menghadapi tantangan, sehingga “Rumah Dunia” menjadi besar dan kabarnya kisahnya dibuat sinetron dengan judul yang sama”Rumah Dunia”.
Ternyata untuk membantu orang lain dan bermanfaat bagi sesama tidak perlu menjadi seorang dokter atau seorang guru. Juga tidak musti kaya harta. Kita hanya perlu modal yang ada pada diri kita yaitu , suatu tekad dan kemauan yang kuat untuk saling berbagi dengan sesama. Kekayaan yang kita perlukan adalah kekayaan hati. Jadi seperti yang sering dibilang Aa Gym 3 M : Mulailah dari hal yang kecil, mulai dari diri sendiri dan mulai saat ini !!! Sekarang hanya satu kata yang harus ada pada diri kita,“Kita pun Bisa “
